Ternak Ayam Kampung Program Sinergis Antara SBK dan Prospek
25 Maret 2010 19:26
Oleh: Cecep Muh. Ismail (*)
PKPU Semarang bersama PT PLN TJB dalam program CSR−nya tahun 2010 menggulirkan program pemberdayan Ternak Ayam Kampung pada masyarakat disekitar PLTU TJB. Program ini melibatkan 120 Anak yatim dan dhuafa sebagai sasaran utama dan ibu−ibu mereka yang bertugas memantau kegiatan anaknya dalam memelihara ternak.
Jumlah ternak yang digulirkan sebanyak 600 ekor ayam betina yang telah siap bertelur atau siap dibuahi. Untuk mempermudah pendampingan semua peserta program ini kemudian dikelompokan dalam KSM menjadi enam kelompok dengan anggota sepuluh orang peserta tiap kelompoknya. Program ini bersifat bergulir sehingga dimungkinkan untuk menambah anggota baru setelah mereka berhasil mengembalikan modal berupa ayam yang mereka terima.
Keunggulan program ini terletak pada sisi kerjasama antara anggota keluarga yaitu ibu dan anak dalam pengelolaannya serta adanya potensi lokal yang dioptimalkan yaitu kebiasaan keluarga memelihara ayam. Selain itu dari sisi biaya yang tergolong murah dengan harga indukan siap bertelur tidak lebih dari lima puluh ribu rupiah per ekornya dan hasil yang bisa cepat dinikmati para peserta.
Sinergisitas program SBK dan Prospek
Mengapa program ini dikatakan program sinergis antara SBK dan Prospek. Ada beberapa alasan yang mendasari diantaranya;
1. Program ini pada hakekatnya adalah program bea siswa tidak rutin bagi para peserta yang sudah diseleksi yaitu anak−anak yatim maupun anak−anak dari keluarga dhu
PKPU Semarang bersama PT PLN TJB dalam program CSR−nya tahun 2010 menggulirkan program pemberdayan Ternak Ayam Kampung pada masyarakat disekitar PLTU TJB. Program ini melibatkan 120 Anak yatim dan dhuafa sebagai sasaran utama dan ibu−ibu mereka yang bertugas memantau kegiatan anaknya dalam memelihara ternak.
Jumlah ternak yang digulirkan sebanyak 600 ekor ayam betina yang telah siap bertelur atau siap dibuahi. Untuk mempermudah pendampingan semua peserta program ini kemudian dikelompokan dalam KSM menjadi enam kelompok dengan anggota sepuluh orang peserta tiap kelompoknya. Program ini bersifat bergulir sehingga dimungkinkan untuk menambah anggota baru setelah mereka berhasil mengembalikan modal berupa ayam yang mereka terima.
Keunggulan program ini terletak pada sisi kerjasama antara anggota keluarga yaitu ibu dan anak dalam pengelolaannya serta adanya potensi lokal yang dioptimalkan yaitu kebiasaan keluarga memelihara ayam. Selain itu dari sisi biaya yang tergolong murah dengan harga indukan siap bertelur tidak lebih dari lima puluh ribu rupiah per ekornya dan hasil yang bisa cepat dinikmati para peserta.
Sinergisitas program SBK dan Prospek
Mengapa program ini dikatakan program sinergis antara SBK dan Prospek. Ada beberapa alasan yang mendasari diantaranya;
1. Program ini pada hakekatnya adalah program bea siswa tidak rutin bagi para peserta yang sudah diseleksi yaitu anak−anak yatim maupun anak−anak dari keluarga dhu
